Petugas Keamanan tahan Pemain Judi Poker seorang nenek.

Sungguh apes nasib seorang nenek asal kecamatan Bengursari, kab. Purwakarta, Jawa Barat. Baru sehari ikut temannya bermain Judi Poker disuatu rumah susun daerah setempat, Ia harus diciduk oleh Polisi Setempat. Hal yang membuat kejadian ini makin miris adalah Petugas keamanan yang melakukan penahanan adalah Putra nenek tersebut yang melakukan operasi keamanan di daerah setempat. Polisi tersebut, takkunjung menahan haru dan malu akibat perbuatan dari ibuknya yang sudah berusia 62 tahun. Adapun, sebagai penegak hukum mau tidak mau Ia harus melaksanakan tugas yang diembannya.

Sang Polisi sebut saja Supratman menceritakan kepada pewarta karyacintaindonesia.com, Ia tidak tahu menahu jika Ibunya akan pergi untukbermain judi poker di rumah temannya. Ia hanya beranggapan Ibunya pergi berbelanja sesuatu ke pasar. Berdasarkan pengakuannya kepada Polisi, Sang Nenek baru sekali pergi ke tempat temannya tersebut untuk bermain Judi Poker, dan berharap Ia tidak akan dihukum ataupun jika akan dihukum, hukumannya akan ringan saja.
Kapolsek setempat, AKBP Tri Widodo menjelaskan bahwa dulu segerombolan nenek-nenek yang senang bermain judi ini pernah ditangkap dan dilepaskan. Namun, mereka tak kunjung jera juga. Widodo menjelaskan nenek-nenek ini kini resmi mendekam di rumah tahanan Polsek Bengursari sampai nanti menunggu sidang yang akan memproses kasus ini di Pengadilan.

“Semua sudah ditahan, gak ada yang lepas dari jeratan hukum. Judi gak bisa nego-nego langsung ke pengadilan,” terang Widodo.
Widodo memberi tahu bahwa jenis permainan yang mereka mainkan adalah Judi Poker Online, yaitu dengan melakukan deposit ke rekening bandar poker, lalu setelah dicek ada dana yang masuk maka chips atau kredit akan diberikan kepada pemain. Proses pendaftaran juga gampang, mereka cukup klik menu registrasi yang ada dan mengisi formulir yang tersedia. Setelah semua selesai, para pemain judi poker online bermain di meja virtual, dimana pemain dari berbagai belahan dunia akan bisa bertemu pada satu meja virtual online. dan proses withdrawal juga dapat dilakukan dengan mudah karena bandar poker biasanya buka 24 jam online.

Tersangka Kasus Judi Poker Online alami Hipertensi , Keluarga minta Penangguhan Penahanan

 

Tersangka Kasus Judi Online alami Hipertensi , Keluarga minta Penangguhan Penahanan. Usaha Judi Online yang sedang berkembang akhir akhir ini dan sedang mewabah melibatkan Herman alias Ahok mendekam di Tahanan Mapolda Kepri. Herman Ahok terlihat terbaring lemas karena mengalami gangguan kesehatan Hipertensi. Keluarga dan kuasa hukum mengajukan Penangguhan Penahanan supaya Herman diberi waktu untuk berkunjung ke rumah sakit dan dirawat oleh keluarganya sehingga kondisi korban tidak memburuk.

jacobus-silaban1

Keluarga dan kuasa hukum Jacobus Silaban menilai kesehatan tersangka dapat memburuk jika terus berada di dalam sel tanpa penanganan untuk kesehatan Herman Ahok yang buruk. Dalam penangguhan Dewapoker kedua ini Pengajuan juga diiringi dengan jaminan Uang kepada penyidik untuk menjamin Herman Ahok tidak melarikan diri.

Sesuai dengan ketentuan KUHP yang tertera di UU maka kesepakatan antara pihak Keluarga dan Penyidik menyetujui Jaminan sebesar Rp.50 juta dan Jaminan inilah yang nantinya digunakan bila tersangka Herman Ahok melarikan diri dari kasus Poker Online Terpercaya dan Domino Online yang sedang menjeratnya. Jacobus Silaban sebagai kuasa hukum Herman ahok juga mengatakan bahwa kliennya sudah ditahan selama 13 hari dan ini dibantah oleh pihak penyidik dimana mereka mengatakan dihitung setelah 14 hari kerja sesuai dengan KUHP

Pihak Kejaksaan Tinggi Kepri diharapkan untuk memberi petunjuk untuk Kasus yang menjerat klien Capsa Susun supaya mempermudah prosedur mengingat kesehatan Herman Ahok yang kian memburuk. Jacobus pun berharap agar dikabulkannya Penangguhan Penahanan kliennya. Saat pengerebekkan bulan lalu, Polisi juga mengamankan tersangka lainnya yaitu Abun. Mereka berdua terjerat Hukum Karena Kasus Judi Online di gedung Coin Center.